Krisis PeDe! Ampun Deh...

Tidak semua orang pede (Percaya diri) terhadap dirinya. Begitu pula aku. Aku sadari selama ini mungkin aku terlalu pede untuk menjadi seorang anak yang punya banyak sekali kelebihan. he he Dasar Sombong! Tapi tidak untuk yang satu ini. Bagiku ini adalah kelemahanku yang terparah dan paling aku benci. Aku takut sekali untuk berhadapan dengan orang banyak pada situasi yang kurang mengenakkan dan formal. Di beberapa komunitas mungkin aku dikenal sebagai anak yang pendiam, alim, dan pintar. Tapi di lain pihak aku juga dikenal sebagai anak yang sok pede, narsis, suka becanda, dan jahil. Tapi semua itu bisa tiba-tiba saja lenyap saat aku telah dihadapkan pada situasi formal. Mendadak aku seperti tidak punya kemampuan apa-apa. Aku begitu miskin akan kelebihan.

Seperti halnya saat aku harus menerangkan pekerjaanku di kampus. Betapa mati kutunya aku. Di depan kelas aku merasa bahwa aku begitu payah dan tidak tau apa yang meski aku lakukan. Teman-teman menertawakanku, dosen-dosen pula, dan betapa ingin aku berlari dan membanting pintu keras-keras sambil berucap "JANCOOOKKK". Tapi aku sadar sekarang aku bukan di bangku SD yang bisa berbuat seenaknya saja.

Keputusan untuk mengambil kuliah bidang pendidikan adalah keputusan termudah, tapi faktanya sulit sekali untuk aku jalani. Dengan kelemahan seperti ini. Kenapa tak pernah terpikir olehku bahwa nantinya akan banyak kesulitan yang terjadi. Karena pada realnya, nanti aku pasti harus mengajar. Bukankah dengan menjadi guru aku akan dihadapkan pada situasi yang formal dan banyak orang? FYUH...

Rasa bingung dan kalut terus saja melingkupiku. Aku tak kuasa berbuat apa-apa. KAdang ku pikir dengan mendatangi seorang psikolog aku akan mendapatkan langkah pemecahan. Tapi semua solusi yang telah diberikan ternyata belum juga mampu menghilangkan sifat takutku ini.

Sekarang adalah semester ketujuhku di Universitas Negeri Malang, semester depan aku akan menempuh PPL (Praktik Pengalaman Lapangan) dan yang jelas aku harus mengajar. Betapa stres dan takutnya aku membayangkan harus menghadapi situasi seperti itu. Aku tak pernah tau apa yang harus aku lakukan. Rupa-rupanya ketakutanku telah menghilangkan segala rasa nyaman yang pernah aku punya.

Aku bingung kawan dan aku butuh seseorang yang bisa membuatku tenang dalam menghadapi segala kemungkinan seperti itu. Aku ingin agar aku tak takut lagi untuk berdiri tegak di depan orang banyak. Aku ingin sekali meyakinkan diriku bahwa aku bisa dan mampu. Karena pada dasarnya ketakutanku sangat tidak beralasan. Namun tetap saja aku takut. HUH Dasar BODOH!

0 Comments:

Post a Comment