Tugas seabreg telah membuatku begitu frustasi, disamping itu keinginanku buat ke pantai juga besar. Maklumlah aku belum punya foto di pantai. he he Dasar Narsis! Makanya kupaksa Masku libur kerja agar bisa refreshing ke pantai. Yah gak usah jauh-jauhlah ke balipun indah. Tapi karena ongkos mahal so Balikambangpun boleh. he he Balekambang kalee.
Yang ikut dalam rombongan cukup banyak. Ada aku, Mas IM, Tian, Iyus, Dwi, Mas Arnot beserta anak istrinya. Sekitar jam sembilan pagi kita berangkat dengan mengendarai empat buah motor. Mas IM dengan Iyus, Tian dengan Dwi, Mas Arnot dengan anak istrinya, dan Aku yang sendirian. Kasihan Fyuh. Perjalanan terasa begitu lambat dan jauh. Maklumlah selain nungguin Mas Arnot tambal ban juga karena keinginan kita untuk cepat sampai, makanya perjalanannya terasa lambat.
Udara begitu panas, tapi langit kelihatannya mendung. Tapi tidak menyurutkan keinginan kita untuk segera sampai di pantai. Perjalanannya nyaman-nyaman aja, tidak ada gangguan lain selain ban bocor tadi.
Kalau gak salah sekitar pukul 11.00 kita sampai. Wah!! Rasanya begitu panas, tapi aku tak peduli. Pesona pantai dengan ombaknya telah membuatku dan seluruh rombongan merasa takjub. Subhanallah, Tuhan telah menciptakan alam yang seindah ini. Tanpa menunggu-nunggu kamipun bergegas mendekati pantai menerobos pasir putih yang kotor dan penuh sampah. Aw panas bener pasirnya.
KAmi mulai berganti pakaian dan terjun di air asin dan bening itu. Terasa begitu dingin dan asin di mulut. Jepret-jepret, aksi naris mulai kamu luncurkan. Gaya ikan paus, gaya cumi-cumi, gaya batu, gaya ombak, dan gaya-gaya yang laen.
Perjalanan kami lanjutkan ke balik bukit pertama. Dulu aku pernah kesitu. Ombaknya besar dan sepi. Perjalanannya cukup melelahkan, habisnya panas. Setelah sampai kami semua terkagum-kagum melihat ombak yang besar dipinggir pantai, pasirnya putih dan halus, serta sepi. Tak ada pengunjung laen disana. Jadi serasa pantai milik pribadi.
Aksi jepret-jepretpun kami lancarkan lagi. Sampai sore, sampai capek, dan memang Sudah waktunya sholat. Kami mulai berkemas dan kembali ke tempat kunjungan pertama. Bergantian kami membersihkan diri dari pasir dan sisa-sisa air laut di tempat mandi umum dan setelah itu makan.
Perjalanan pulang terasa begitu melelahkan. Aku saja sampai ngantuk, dan kepalaku begitu pusing. Tapi aku tetap senang, kenangan ini begitu indah karena ku sadar ada teman-temanku di sana. Menemaniku, bercanda tawa denganku, berbagi kenangan indah bersama
Yang ikut dalam rombongan cukup banyak. Ada aku, Mas IM, Tian, Iyus, Dwi, Mas Arnot beserta anak istrinya. Sekitar jam sembilan pagi kita berangkat dengan mengendarai empat buah motor. Mas IM dengan Iyus, Tian dengan Dwi, Mas Arnot dengan anak istrinya, dan Aku yang sendirian. Kasihan Fyuh. Perjalanan terasa begitu lambat dan jauh. Maklumlah selain nungguin Mas Arnot tambal ban juga karena keinginan kita untuk cepat sampai, makanya perjalanannya terasa lambat.
Udara begitu panas, tapi langit kelihatannya mendung. Tapi tidak menyurutkan keinginan kita untuk segera sampai di pantai. Perjalanannya nyaman-nyaman aja, tidak ada gangguan lain selain ban bocor tadi.
Kalau gak salah sekitar pukul 11.00 kita sampai. Wah!! Rasanya begitu panas, tapi aku tak peduli. Pesona pantai dengan ombaknya telah membuatku dan seluruh rombongan merasa takjub. Subhanallah, Tuhan telah menciptakan alam yang seindah ini. Tanpa menunggu-nunggu kamipun bergegas mendekati pantai menerobos pasir putih yang kotor dan penuh sampah. Aw panas bener pasirnya.
KAmi mulai berganti pakaian dan terjun di air asin dan bening itu. Terasa begitu dingin dan asin di mulut. Jepret-jepret, aksi naris mulai kamu luncurkan. Gaya ikan paus, gaya cumi-cumi, gaya batu, gaya ombak, dan gaya-gaya yang laen.
Perjalanan kami lanjutkan ke balik bukit pertama. Dulu aku pernah kesitu. Ombaknya besar dan sepi. Perjalanannya cukup melelahkan, habisnya panas. Setelah sampai kami semua terkagum-kagum melihat ombak yang besar dipinggir pantai, pasirnya putih dan halus, serta sepi. Tak ada pengunjung laen disana. Jadi serasa pantai milik pribadi.
Aksi jepret-jepretpun kami lancarkan lagi. Sampai sore, sampai capek, dan memang Sudah waktunya sholat. Kami mulai berkemas dan kembali ke tempat kunjungan pertama. Bergantian kami membersihkan diri dari pasir dan sisa-sisa air laut di tempat mandi umum dan setelah itu makan.
Perjalanan pulang terasa begitu melelahkan. Aku saja sampai ngantuk, dan kepalaku begitu pusing. Tapi aku tetap senang, kenangan ini begitu indah karena ku sadar ada teman-temanku di sana. Menemaniku, bercanda tawa denganku, berbagi kenangan indah bersama
Labels: Perjalanan
0 Comments:
Subscribe to:
Post Comments (Atom)